Inventory Amenities Hotel Beserta Tujuan Inventarisasi yang ada Di Housekeeping

Admin
0

Inventory Amenities Hotel

   Dalam Buku Dasar – Dasar Housekeeping dan Loundy Hotel Menurut Bagyono (2003:165-166) Mengatakan bahwa:
   “Inventarisasi adalah pengawasan pemakaian dan persediaan barang yang dipergunakan pada tiap-tiap bagian (housekeeping department) baik itu di kamar, pantry (floor station), gudang housekeeping, linen room, maupun di laundry area inventory dihitung secara fisik dan selalu dibandingkan dengan inventory bulan yang telah lewat untuk menentukan banyaknya persediaan (parstock) hotel dan memudahkan pengontrolan barang-barang tersebut. Penghitngan dilakukan bersama-sama dalam satu waktu”.
   Inventory sendiri dapat dilakukan harian, mingguan, ataupun bulanan bahkan ada beberapa barang yang diinventory tahunan. Namun yang umum dan biasa dilakukan secara menyeluruh adalah inventory (inventarisasi) bulanan.
   Hasil inventory yang akurat dapat dijadikan bahan pertimbangan untuk penyusunan budget housekeeping. Di samping itu dapat dijadikan landasan kalkulasi permintaan barang.
Macam-macam inventory di housekeeping antara lain:
1. Inventory guest supplies ( perlengkapan kamar tamu )
2. Inventory cleaning equipment ( alat kebersihan baik itu manual ataupun mesin )
3. Inventory chemical ( bahan pembersih/kimia baik itu di housekeeping dan laundry )
4. Inventory linen (lena: sheet, handuk, napkin, table cloth, curtain, table skirting)



Tujuan Inventarisasi

Adapun tujuan housekeeping department untuk melakukan inventarisasi, yaitu :
  1. Untuk menentukan umur material atau peralatan yang digunakan dalam operasional housekeeping.
  2. Untuk menentukan kebijakan-kebijakan yang berkenaan dengan situasi dan kondisi hotel.
  3. Untuk mengantisipasi jumlah persediaan materials & supplies di housekeeping store.
  4. Untuk membuat perencanan pengadaan barang yang optimal, sesuai dengan kebutuhan..
  5. Untuk pemeliharaan peralatan dan perlengkapan housekeeping department.

Inventarisasi di housekeeping department dilakukan secara berkala oleh seorang housekeeper tergantung dari kebijakannya masing-masing. Dalam melakukan inventarisasi persediaan, ada beberapa jenis inventarisasi yang perlu diketahui yaitu :
Berdasarkan pemakaiannya inventarisasi persediaan dibedakan dalam dua jenis antara lain :
  • Recycled inventories (inventarisasi persediaan yang dapat digunakan lagi) yaitu persediaan peralatan dan bahan yang dapat digunakan berulang-ulang dalam operasional housekeeping dengan batasan waktu tertentu.
  • Non recycled inventories ( inventarisasi persediaan yang hanya dapat digunakan sekali saja) yaitu benda atau bahan yang hanya dapat digunakan sekali saja dalam proses operasional housekeeping.
Sedangkan berdasarkan metode penghitungannya, inventarisasi persediaan dibedakan menjadi tiga, yaitu :
  • Physical inventory (metode inventarisasi persediaan secara fisik) yaitu metode penghitungan persediaan yang dilakukan secara periodik dengan menghitung jumlah persediaan fisik secara langsung di lapangan.
  • Perpetual inventory (metode inventarisasi persedian berdasarkan catatan) yaitu metode penghitungan persediaan yang dilakukan dengan mengacu pada jumlah sisa persediaan yang tercantum pada suatu catatan.
  • Combination inventory (metode kombinasi) yaitu metode penghitungan persediaan yang dilakukan secara fisik dan juga catatan, dengan tujuan untuk membandingkan hasil dari kedua metode tersebut dan menarik kesimpulan terhadap perbandingan-perbandingannya.
Dalam penentuan suatu persediaan bahan-bahan di housekeeping department kita akan sering mendengar kata par stock. Par stock adalah standar perhitungan jumlah persediaan meterials dan supplies untuk menunjang jalannya operasional di housekeeping department. Adapun manfaat par stock antara lain :
  • Untuk mengetahui seberapa besar jumlah materials & supplies yang dibutuhkan untuk operasional housekeeping department.
  • Sebagai alat kontrol dalam operasional sehari-hari.
  • Untuk menjamin perputaran materials & supplies dalam operasional housekeeping.
Di housekeeping sendiri terdapat beberapa inventarisasi yang dilakukan terhadap beberapa materials & supplies baik itu recyled inventory maupun non recycled inventory. Materials dan supplies yang diadakan inventarisasi tersebut antara lain :
  1. Linens
  2. Uniforms
  3. Guest Loan Items
  4. Machines & Equipment
  5. Cleaning Supplies
  6. Guest Supplies

1. Linens
Linen merupakan salah satu recycled inventory yang dipergunakan sehari-hari dalam operasional housekeeping. Kaitannya dengan tugas seorang housekeeper adalah dimana seorang housekeeper bertanggung jawab terhadap penanganan, penyimpanan, issuing, penggunaan, dan penempatan segala jenis linen hotel.
Adapun jenis-jenis linen yang terdapat pada sutu hotel, antara lain
  • Housekeeping linens, seperti : bed sheet, pillow cases, duvets, blankets, towel, dan lain-lainnya
  • Food & Beverage linens, seperti : napkin, table cloth, moulton, appron, dan lain-lainnya
Setiap hotel harus menentukan berapa par stock yang disiapkan untuk menunjang operasional dari masing-masing department yang menggunakan linen-linen tersebut. Untuk hotel skala besar biasanya menetukan par stocknya sejumlah 5 par stocks,

Di dalam melakukan inventarisasi terhadap linen-linen yang digunakan di hotel, seorang housekeeper juga harus melakukan kerja sama dengan pimpinan departemen lainnya seperti F & B Manager untuk F & B linens dan Laundry Manager untuk housekeeping linens. Untuk inventarisasi F & B linens biasanya dilakukan oleh F & B Manager sesuai dengan kebijakan yang berlaku di departemennya. Waktu pelaksanaan inventarisasi bergantung pada kebijakan housekeeper dari hotel tersebut.
Adapun jenis-jenis inventarisasi linen yang dilakukan antara lain :
  • Linen count sheet yaitu formulir yang digunakan untuk mencatat jenis dan jumlah linen di masing-masing tempat berdasarkan pembagian par stock-nya.
  • Linen inventory sheet yaitu formulir yang digunakan untuk pencatatan terakhir dengan data-data yang bersumber dari Linen Count Sheet yang bersumber dari data kerusakan dan linen yang hilang.
Ada beberapa kebijakan yang biasanya dilakukan oleh seorang housekeeper berdasarkan informasi dari linen inventory sheet tersebut, antara lain :
  • Membuat housekeeping requisition,
  • Melakukan perbaikan dan daur ulang terhadap linen-linen yang rusak,
  • Melakukan pelelangan, dan
  • Menentukan standar baru untuk pengantian linen-linen yang rusak dan hilang tersebut.



2. Uniform
Di industri perhotelan kesamaan pakaian seragam para pegawai menambah keserasian dan terciptanya kerapian serta sadar akan gaya hidup yang baik. Di setiap hotel mempunyai departemen yang khusus untuk pengadaan seragam (uniform service section).
Adapun tanggung jawab dari uniform service section antara lain :
  • Pemeliharaan semua seragam pegawai,
  • Mengatur keluar masuknya seragam kepada dan dari pegawai tiap-tiap departemen
  • Memilah-milah seragam pegawai yang akan di cuci berdasarkan departemen dan tingkat kekotoran dari seragam,
  • Mengirim seragam tersebut ke laundry untuk di cuci
  • Menerima seragam yang sudah bersih dari laundry
  • Menempatkan seragam di rak berdasarkan departemen masing-masing
  • Mengontrol atau mengecek seragam serta memperbaiki jika ada seragam yang rusak.
Tugas housekeeper di sini yaitu menginventarisasi uniform staff melalui uniform section supervisor untuk melakukan berbagai tugas antara lain :
  • Menentukan par stock uniform dari masing-masing karyawan
  • Membuat housekeeping requisition untuk bahan-bahan dan material yang digunakan untuk membuat uniform baru dan memperbaiki uniform yang rusak.
  • Membuatkan inventarisasi uniform terhadap karyawan baru dan karyawan yang pindah jabatan atau pindah departemen.

3. Guest Loan Items
Sebagai bagian dari service kepada tamu, hotel menyediakan berbagai macam peralatan yang dibutuhkan oleh para tamu. Peralatan-peralatan ini dipinjamkan kepada tamu ketika mereka membutuhan suatu barang tertentu tanpa dikenakan biaya. Housekeeping department sendiri bertanggung jawab untuk memelihara dan mendata barang-barang yang dipinjam, menanggapi permintaan tamu untuk meminjam barang tertentu dan memastikan bahwa semua barang dikembalikan. Barang-barang atau peralatan-peralatan yang dipinjamkan tersebut lebih dikenal dengan Guest Loan Items.
Adapun jenis-jenis guest loan items tersebut seperti : iron flat, iron flat board, hair dryer, baby court, water kettle, dan barang-barang lainnya. Kuantitas pemeliharaan dan inventarisasi tergantung dari ukuran hotel dan jumlah dari tamu yang meminta, frekuensi dari permintaan tamu terhadap alat-alat tersebut, tingkat hunian kamar hotel, kedatangan dan keberangkatan setiap harinya, jumlah anak-anak dari dari tamu yang ikut tinggal di hotel.
Dalam pengadaan barang-barang tersebut diatas dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu :
  • Umur ekonomis dari barang-barang dan peralatan tersebut,
  • Kerusakan yang terjadi, dan
  • Kehilangan yang disebabkan oleh ketidaksengajaan atau yang bersifat kesengajaan.
Untuk itu masing masing peralatan harus dibuatkan inventarisasi. Di sinilah tugas seorang housekeeper dalam me-manage inventory berdasarkan kasus-kasus di atas. Untuk itu housekeeper harus melakukan pengecekan dan inventarisasi secara berkala agar bisa menentukan apakah peralatan-peralatan tersebut bisa diperbaiki, atau dilakukan penggantian engan peralatan-peralatan yang baru.


4. Machines & Equipments
Seorang Housekepeer bertanggung jawab mengontrol housekeeping staff mengenai perlengkapan yang tepat yang dibawa dalam menyelesaikan pekerjaan. Perlengkapan ini termasuk mesin – mesin dan peralatan yang digunakan untuk membersihkan kamar tamu, public area, laundry service, florist, dan uniform section. Semua mesin – mesin dan peralatan harus dipelihara agar pekerja bisa memakainya dengan aman dan efektif. Housekepeer harus mengembangkan sistem-sistem dan prosedur yang berlaku untuk mengontrol inventarisasi mesin  mesin dan peralatan di hotel. Adapun berbagai jenis mesin dan peralatan tersebut, antara lain :
  • Room attendant trolley
  • Vacuum cleaner
  • Washing machine
  • Drying thumbler machine
  • Dry cleaning machine
  • Dan lain-lainnya
Jumlah dan jenis dari peralatan yang dibutuhkan tergantung dari besar kecilnya hotel dan kebutuhan pembersihan. Peralatan yang dibutuhkan juga dipengaruhi jumlah kamar tamu dan tempatnya, besarnya operasional laundry, dan faktor-faktor lainnya.
Seorang housekeeper dapat menentukan mesin-mesin dan peralatan, jumlah yang dibutuhkan untuk dipertahankan saat inventarisasi. Seorang housekeeper juga harus menyimpan daftar yang lengkap mengenai semua mesin-mesin dan peralatan yang digunakan di housekeeping departement.
Mengontrol persediaan mesin dan peralatan dalam departemen meliputi mencatat inventarisasi secara akurat, menentukan pokok prosedur, dan memastikan area penyimpanan dalam keadaan aman.
Cara yang efektif untuk mengontrol inventarisasi dengan menggunakan sistem kartu inventory. Kartu inventory harus berisi nama barang, model dan nomor seri, nama pabrik, nama penyedia dari siapa barang tersebut dibeli, tanggal pembelian., biaya pembelian, jangka waktu, informasi mengenai garansi, dan informasi mengenai pelayanan lokal. Catatan ini membantu dalam menentukan ketika peralatan sudah waktunya diganti. Kartu inventory juga harus mendaftar semua barang tambahan yang bisa digunakan yang dimiliki oleh hotel. Beberapa onderdil yang harus tetap diinventarisasi juga harus terdaftar. Tempat penyimpanan yang sesuai atau area bekerja dimana peralatan, alat–alat tambahan, dan onderdil disimpan harus juga dicatat pada kartu tersebut.
Catatan perbaikan harus disimpan bersama – sama dengan kartu inventory yang sesuai. Catatan perbaikan harus dicatat tanggal berapa barang tersebut dikirim untuk diperbaiki, gambaran masalah, siapa yang memperbaiki, apa yang diperbaiki, bagian mana yang perlu diganti, biaya perbaikan , dan berapa lama waktu yang diperlukan untuk perbaikan. Catatan ini membantu menunjukkan masalah yang harus dibawa ke pelayanan yang tepat. Di sinilah tugas seorang housekeeper untuk bisa mencatat dan mengkalkulasi biaya perbaikan.
Setelah menetapkan pokok prosedur, catatan peralatan harus disimpan untuk mencatat semua peralatan yang pokok, tanggal, barang issued, lokasi hotel dimana peralatan akan digunakan, dan waktu barang dikembalikan harus dicatat dalam catatan harian.
Keamanan adalah syarat utama dalam menentukan tempat menyimpan mesin  mesin dan peralatan. Saat tidak digunakan, semua peralatan harus disetor dan dikunci. Peralatan yang digunakan di hotel tidak pernah diijinkan untuk dibawa ke luar hotel. Ketika mesin–mesin atau peralatan dipinjam oleh departemen lain, housekeeper harus menyimpan catatan dengan baik dan menangani kepastian peralatan sudah kembali atau belum. Terakhir, semua mesin–mesin dan peralatan harus dicoba untuk memastikan peralatan tersebut dalam keadaan yang bagus dan siap pakai.


5. Cleaning Supplies
Persediaan cleaning supplies dan peralatan kecil pembersih merupakan bagian dari persediaan di housekeeping department yang tidak dapat dipakai kembali dan didaur ulang, oleh karena itu harus digunakan sebaik mungkin. Persediaan tersebut digunakan rutin setiap hari untuk kegiatan operasional housekeeping. Mengawasi penggunaan persediaan–persediaan pembersihan sangatlah penting agar dapat berguna sesuai aturan  dan tepat di dalam penggunaannya dan itu semua merupakan tanggung jawab dari seorang housekeeper. Housekeeper harus mampu bekerja sama dengan tim dari staf housekeeping lainnya untuk bisa memastikan penggunaan yang benar pada material dan manaati prosedur yang benar agar menghasilkan kualitas kerja yang memuaskan.
Adapun jenis-jenis cleaning supplies yang digunakan dalam operasional housekeeping department antara lain :
  • Marble bathroom cleaner
  • Multi purpose cleaner
  • Wood polish cleaner
  • Metal polish cleaner
  • Plastik sampah
  • Dan lain-lainnya
Mengontrol inventarisasi  dari cleaning supplies meliputi pembuatan prosedur yang tepat untuk mengatur alur produk dari storeroom utama ke floor cleaning closets. Itu semua juga meliputi perawatan perhitungan akurat dari hasil sampai di dalam storeroom utama. Housekeeper bisa membangun sebuah sistem untuk mendukung kelancaran alur dari cleaning supplies tersebut. Housekeeper harus bisa memastikan semua fasilitas penyimpanan aman dan semua staf anggoata teliti mengikuti standard operating procedure.
Untuk memenuhi par stock cleaning supplies di masing-masing pantry, seorang housekeeper harus dapat mengawasi pemakaian cleaning supplies dengan benar. Tujuannya agar jangan sampai cleaning supplies di suatu pantry sampai habis sehingga dapat mengganggu kelancaran operasional di lapangan. Untuk itu pengecekan cleaning supplies harus dilakukan secara rutin, tuannya jika pada saat cleaning supplies tersebut berada pada saat minimun stock dengan segera dapat dilakukan housekeeping requisition.

  1. 6. Guest Supplies
Guest supplies ini diperlukan tidak hanya pada kamar tamu, tetapi juga di public area seperti di rest rooms. Inventarisasi  guest supplies ini sangat penting karena langsung bersentukan dengan pelayanan atau service terhadap tamu. Untuk itu inventarisasi guest supplies ini harus dilakukan secara rutin agar pelayanan yang diberikan kepada tamu dapat berjalan dengan baik.
Berikut jenis-jenis guest supplies yang biasa digunakan apada sebuah hotel, antara lain:
  • Bath soap
  • Hand soap
  • Shampoo
  • Lotion
  • Conditioner
  • Stationary
  • Dan lain-lainnya
Sama halnya dengan cleaning supplies, guest supplies juga harus dilakukan pengecekan secara rutin. Pengecekan tersebut bisa dilakukan oleh room attendant atau supervisor. Hasil dari pengecekan tersebut harus dilaporkan ke management untuk dapat diketahui berapa jumlah pemakaiannya.
Ada beberapa tugas yang harus dilakukan housekeeping management dalam hal inventarisasi guest supplies, yaitu :
  • Pengawasan penggunaan guest supplies,
  • Kecendrungan pemakaian guest supplies dalam tingkat kewajaran atau tidak, dan
  • Membuat housekeeping requisition.



Penelusuran yang terkait dengan Inventory Amenities Hotel
  • inventory housekeeping
  • inventory hotel
  • linen inventory
  • contoh form par stock
  • cara menghitung par stock hotel
  • room supplies artinya
  • contoh guest supplies
  • pelaksanaan linen inventory

Post a Comment

0Comments
Post a Comment (0)
close