Makalah Tentang Manajemen Ekowisata Perairan


BAB I. PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Pariwisata (tourism) atau kepariwisataan adalah keseluruhan kegiatan yang terkait dengan pariwisata dan bersifat multidimensi serta multidisiplin yang muncul sebagai wujud kebutuhan setiap orang dan negara serta interaksi antara wisatawan dan masyarakat setempat, sesama wisatawan, Pemerintah, Pemerintah Daerah, dan pengusaha (UU 10/2009 tentang Kepariwisataan).
Pengembangan ekowisata dalam perspektif alternative tourism pada kawasan hutan pada tahap awal seolah-olah mengurangi kendali pemerintah terhadap kawasan hutan. Namun partisipasi masyarakat yang sangat besar, justru mengurangi beban pemerintah dalam pembinaan dan pelestarian lingkungan. Dalam jangka panjang peran pemerintah lebih besar pada fungsi koordinasi dan pembinaan.
Pengembangan pariwisata dapat menimbulkan dampak negatif yang disebabkan oleh kunjungan wisatawan. Untuk penanganan dampak negatif dapat dianggarkan dari penghasilan yang didapat oleh kawasan. Biaya yang timbul dari pengembangan pariwisata ada tiga macam yaitu : biaya finansial dan ekonomi, biaya sosial budaya dan biaya lingkungan (Fandeli dan Nurdin, 2005).
Salah satu ciri dalam pengembangan ekowisata adalah pembatasan jumlah pengunjung atau wisatawan sesuai dengan daya dukung (carrying capacity) kawasan. Pembatasan jumlah pengunjung dilakukan karena terjadinya kerusakan lingkungan dan sumberdaya, salah satunya disebabkan oleh banyaknya jumlah wisatawan yang melebihi daya dukung kawasan. Pada dasarnya ekowisata merupakan perpaduan dari berbagai minat yang tumbuh dari keprihatinan lingkungan, ekonomi, dan sosial. Sementara itu, menurut kamus bahasa, ekowisata merupakan bentuk kegiatan pariwisata yang memperhatikan atau sejalan dengan kegiatan konservasi.
Dengan pengelolaan yang terpadu, ekowisata berpotensi untuk menggerakkan ekonomi nasional dan mensejahterakan rakyat di sekitar kawasan yang dikembangkan sebagai pariwisata alam. Strategi untuk membuat pengelolaan ekowisata merupakan bentuk dari suatu seni yang mempergunakan kecakapan dan sumberdaya dalam mencapai sasaran program jangka panjang dengan memperhatikan kelestarian alam dan peningkatan perekonomian masyarakat setempat. Strategi pengelolaan ekowisata di suatu daerah akan sangat bermanfaat bagi pemerintah, masyarakat maupun dalam upaya pelestarian sumberdaya dan lingkungan. Ekowisata dapat mendorong perekonomian masyarakat disekitarnya, dengan cara memberikan jasa keindahan alam kepada wisatawan dimana cara ini dapat memotivasi masyarakat setempat untuk menjaga kelestarian lingkungan alam di kawasan yang dilindungi.

            Kawasan yang dilindungi memiliki ciri dan karakteristik tertentu yang dapat dimanfaatkan untuk pengelolaan ekowisata dan wisata minat khusus lainnya, dimana kawasan yang dilindungi mengandung aspek pelestarian dan pemanfaatan yang didasarkan pada keanekaragaman dalam ekosistemnya. kawasan yang dilindungi yang dapat berfungsi sebagai ekowisata atau ecoturism yang berbasis lingkungan.
            Dalam rangka mencari model pengelolaan ekowisata dalam kawasan yang dilindungi perlu diketahui faktor eksternal dan internal yang merupakan entry point pengelolaan dari kawasan tersebut. Faktor eksternal dari kawasan berupa kebijakan pembangunan. Faktor internal dari kawasan berupa potensi sumberdaya alam, potensi wisata, aksesibilitas, lahan, adat istiadat, SDM, sarana dan prasarana, pengusahaan ekowisata, pengelolaan kawasan topografi, SDM dan tata ruang.
Bintang Samudra merupakan salah satu tempat wisata yang memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai obyek wisata dengan konsep ekowisata. Ekowisata bahari merupakan bentuk pengelolaan sumberdaya pesisir dan laut yang dikembangkan dengan pendekatan konservasi. Konsep ekowisata tidak mengedepankan faktor pertumbuhan ekonomi, melainkan menjaga keseimbangan antara kegiatan pemanfaatan dan kelestarian sumberdaya.
    Dari uraian diatas maka perlu dilakukannya praktek manajemen ekowisata perairan, sehingga kita mengetahui strategi pengelolaan ekowisata.


B. Tujuan dan Kegunaan Praktek
Tujuan praktek lapang Manajemen Ekowisata Perairan ini adalah :
  1. Untuk Mengetahui dan mengkaji sumberdaya potensi wisata bahari dibidang ekologi pada objek wisata pendidikan Bintang Samudra Kec. Soropia Kab. Konawe.
  2. Untuk mengetahui potensi ekonomi mengenai fasilitas dan daftar infrastruktur pada objek wisata pendidikan Bintang Samudra Kec. Soropia Kab. Konawe.
  3. Menentukan sejauh mana tingkat partisipasi masyarakat dalam pengembangan wisata  bahari  atau aspek sosial dan daya tarik regional pada objek wisata pendidikan Bintang Samudra Kec. Soropia Kab. Konawe.
Kegunaan Praktek lapang Manajemen Ekowisata Perairan ini adalah Dapat mengetahui Potensi wisata secara ekologi, sosial, ekonomi memberikan informasi bagi masyarakat setempat untuk melestarikan lingkungan alam dan budaya. Menambah pemahaman mengetahui kriteria ekowisata dan upaya apa yang harus dilakukan dari hasil kajian potensi.






File Lengkapnya Bisa Di Download di Bawah Ini:

Download File PDF/Docx



Penelusuran yang terkait dengan makalah pariwisata
  • makalah pariwisata lombok
  • makalah pariwisata jawa tengah
  • makalah pariwisata bali
  • judul makalah tentang pariwisata
  • makalah pariwisata jakarta
  • makalah pariwisata malang
  • makalah pariwisata makassar
  • makalah pariwisata bahari

0 Response to "Makalah Tentang Manajemen Ekowisata Perairan "

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

!-- Composite Start -->