Pengelompokkan Wisata Menurut Jenisnya dan Ruang Lingkup Pariwisata

Admin
0

Wisatawan menurut jenisnya

Pengelompokkan wisata menurut jenisnya, didasarkan pada maksud dan tujuan dari wisatawan tersebut dalam melakukan perjalanan. Pengelompokkan wisatawan menurut jenisnya ini dapat dibedakan sebagai berikut :
  • Pariwisata pelancongan (pleasure tourism)
Jenis pariwisata ini dilakukan oleh orang-orang yang pergi untuk berlibur guna menghirup udara, untuk santai, melihat sesuatu yang baru, menikmati pemandangan yang indah, menikmati kesenian orang lain, keindahan kota, dll.
  • Pariwisata rekreasi (recreation tourism)
Tipe pariwisata ini bertujuan untuk beristirahat, memulihkan ketegangan dan kelelahan baik fisik maupun rohani.
  • Pariwisata budaya (culture tourism)

Tujuan dari pariwisata ini karena rasa ingin tahu dan ingin mempelajari suatu kebudayaan masyarakat ini. Misalnya mempelajari tentang adat kebiasaan suatu suku atau bangsa.
  • Pariwisata olahraga (sport tourism)
Jenis pariwisata ini dapat dibedakan menjadi :
  1. pariwisata olah raga yang besar
  2. sport bagi wisatawan

  • Pariwisata bisnis (business tourism)
Businessman dan industrialis yang melakukan perjalanan secara professional saja akan tetapi meliputi mereka yang melakukan kunjungan untuk melihat pekan raya, pameran dan mengunjungi bangunan-bangunan yang bersifat tehnik.

  • Pariwisata konvensi (convention tourism)
Tujuan wisatawan ini adalah untuk menghadiri konferensi-konferensi internasional atau konferensi yang bersifat nasional, dan bisnis konferensi


Wisatawan menurut bentuknya

Pengelompokkan wisata menurut bentuknya didasarkan pada lama kunjungan dan efek ekonomi dari pariwisata yang diperinci sebagai berikut :
  • Wisatawan perorangan dan kolektif
Yang dimaksud dengan wisatawan perorangan adalah seorang wisatawan atau satu group wisatawan yang dalam melakukan perjalanan dengan cara mengatur sendiri.Sedangkan yang dimaksud dengan wisatawan yang diorganisir adalah pariwisata yang cara pengaturannya perjalanannya, baik program maupun penentuan waktunya dilaksanakan oleh travel agent atau tour operator
  • Wisatawan jangka pendek, menengah dan panjang
Wisatawan dapat diklasifikasikan yaitu : jangka pendek satu minggu sampai 10 hari. Jangka menengah antara 2 minggu sampai 1 bulan. Jangka panjang 1 bulan sampai 6 bulan.
  1.     Wisatawan dengan alat angkutan
  2. Wisatawan aktif dan pasif
Wisatawan aktif (active tourism) adalah wisatawan asing yang membawa devisa untuk suatu negara. Sedangkan wisatawan pasif (pasif tourism) adalah penduduk suatu negara yang pergi ke luar negeri dan membawa uang ke luar negeri dan yang mempunyai pengaruh negatif terhadap neraca pembayaran.

 

Wisatawan menurut volume

Dari segi volumenya, wisatawan dibedakan dalam dua kategori :
  • Wisatawan mancanegara, yakni wisatawan asing yang melakukan perjalanan dari suatu Negara ke Negara lain
  • Wisatawan domestic, yaitu wisatawan yang melakukan perjalanan dalam negeri



KOMPONEN PARIWISATA

Ruang lingkup Pariwisata meliputi :
  1. Semua hasil ciptaan Tuhan yang dimanfaatkan untuk kepuasan wisatawan, seperti : gunung, laut, sinar matahari, gerhana, dll
  2. Semua hasil ciptaan manusia yang dimanfaatkan untuk kepuasan wisatawan, seperti : budaya, museum, dll
  3. Semua aktivitas yang diarahkan untuk memenuhi kebutuhan kepuasan wisatawan, seperti : pembangunan dan pengembangan kawasan wisata, pembinaan dan pengelolaan pariwisata, pemasaran pariwisata, dll

Dilihat dari segi kebutuhan wisatawan, maka perjalanan wisata sangat penting, yakni :
  • Objek dan daya tarik wisata (attraction)
  • Aksessibilitas dan angkutan
  • Fasilitas
  • Informasi

OBYEK DAN DAYA TARIK WISATA
Obyek dan daya tarik wisata dapat berupa :
  • segala sesuatu yang dapat dilihat dan dilakukan
  • segala sesuatu yang menarik untuk dikunjungi
  • segala sesuatu yang dapat memuaskan dan menyenangkan

obyek dan daya tarik wisata merupakan pertimbangan pertama dalam melakukan perjalanan, oleh karena itu obyek dan daya tarik wisata merupakan komponen terpenting dalam pariwisata, yang pertama-tama harus ada.

1.Sumber obyek dan daya tarik wisata
Obyek dan daya tarik wisata bersumber dari benda-benda baik pisik atau non pisik dan peristiwa yang memiliki daya tarik. Daya tarik suatu obyek wisata dapat disebabkan karena hal-hal sebagai berikut :
a.       Karena memiliki nilai yang dapat menumbuhkan minat wisatawan tertentu.
b.      Kelangkaan dan keaslian dari sumber obyek dan daya tarik tersebut dapat disebabkan oleh :
  • Keasliannya dianggap unik
  • Keasliannya dianggap dapat membangkitkan semangat
  • Berbeda dengan yang biasa
·         Keberadaan obyek dan daya tarik tersebut yang dikaitkan dengan waktu tetap, hanya pada waktu-waktu tertentu, dan hanya ada sekali-kali atau jarang.

2.Klasifikasi obyek dan daya tarik wisata
Obyek dan daya tarik wisata dapat dibedakan dalam dua jenis, yaitu :
a. obyek dan daya tarik wisata alam
yaitu obyek dan daya tarik wisata yang merupakan hasik ciptaan Tuhan YME, seperti :
  • iklim
  •  topografi dan ekologi (keadaan permukaan bumi dan lingkungannya)
  • flora dan fauna

b.obyek dan daya tarik wisata budaya
Bersumber dari hasil karya dan budaya manusia, baik berupa benda-benda yang diciptakan manusia, maupun tata nilai yang berkembang di masyarakat, yang kadang-kadang satu sama lainnya berbeda dan memiliki keunikan dan kekhasssan sendiri. Obyek dan daya tarik wisata yang bersumber dari hasil karya dan budaya manusia adalah :
  • Monumen-monumen bersejarah
  • Tempat-tempat peninggalan bersejarah
  • Hasil seni
  • Perayaan atau festival tradisional
  • Hasil tekhnologi dan ilmu pengetahuan modern

Berdasarkan motivasi dan motif dari perjalanan dan keinginan wisatawan, obyek dan daya tarik tersebut dapat dibedakan menjadi :
  1. obyekdan daya tarik wisata untuk aktivitas yang berhubungan dengan kesengangan dan kesehatan
  2. obyek dan daya tarik wisata untuk olah raga
  3. obyek dan daya tarik wisata yang berhubungan dengan profesi
  4.  obyek dan daya tarik wisata yang berhubungan dengan perdagangan

 
AKSESSIBILITAS DAN ANGKUTAN
Yang dimaksud dengan aksessibilitas adalah sarana yang memberi kemudahan kepada wisatawan untuk mencapai tujuan. Pengertian aksessibilitas tidak terbatas pada alat angkutan (transportasi) yang dapat membawa wisatawan dari tempat asalnya ke tempat dan kembali ketempat asalnya, tetapi juga meliputi semua aspek yang memperlancar dalam melakukan perjalanan.

Dilihat dari pemakainya, alat angkutan dapat dibedakan ke dalam dua kelompok, yaitu :
  • Angkutan yang dapat digunakan untuk penumpang umum maupun wisatawa
  • Angkutan yang khusus digunakan untuk wisatawan

Menurut jenisnya angkutan dapat dibedakan ke dalam tiga jenis, yaitu :
  •  Angkutan darat
  • Angkutan udara
Penerbangan dapat dibedakan menjadi :
SCHEDUL AIRLINES : yaitu penerbangan yang berjadwal, dengan tarif, rute dan frekuensi yang tetap.
CHARTER FLIGHT : yaitu penerbangan yang beroperasi baik secara jadwal, maupun tidak, juga dapat melakukan penerbangan berdasarkan permintaan.
INCLUSIVE TOUR atau PAID UP AIR TRIP : yaitu perjalanan dimana onkos angkutan penerbangannya sudah termasuk biaya untuk akomodasi dan biaya-biaya lain yang diperlukan selama melakukan perjalanan wisata
·         Angkutan laut
 

AKOMODASI

Akomodasi atau tempat menginap dapat diklasifikasikan dalam empat kategori di tinjau dari segi ekomomi, yaitu:
  • commercial accomodation, yaitu akomodasi yang dikelola untuk mencari keuntungan
  • sub commercial accomodation, yaitu akomodasi yang dikelola hanya sebagai kegiatan tambahan dari fungsi utamanya dengan tujuan untuk mencari keuntungan
  • non profit making accomodation, yaitu akomodasi yang dikelola tidak untuk mencari keuntungan, tetapi hanya sekedar untuk menutupi ongkos pengelolaan
  • non commercial accomodation, yaitu akomodasi yang dikeloola tidak untuk tujuan komersil


kategori akomodasi dapat dilihat pula dari segi-segilannya, sebagaiberikut :
  • dilihat dari jenis pemakai
  • dilihat dari segi pemiliknya
  • dilihat dari lamanya pengoprasian
  • dilihat dari segi kegunaan, tarif atau harga
  • dilihat dari lokasi
  • dilihat dari cara penggunaan
  • dilihat dari segi konstruksi bangunan
  • dilihat dari jumlah kamar


HOTEL merupakan jenis akomodasi yang dikelola secara komersil dengan menyediakan jasa pelayanan berupa : kamar, makanan dan minuman dan fasilitas atau pelayanan lainnya.

Menurut Keputusan Menteri Perhubungan RI. No. PM10/ PW. 301/ phb-77, yang dimaksud dengan hotel adalah suatu bentuk akomodasi yang dikelola secara komersil, disediakan bagi setiap orang untuk memperoleh pelayanan penginapan berikut makan dan minum.

Di Indonesia hotel digolongkan dalam lima kelas penggolongan (bintang) didasarkan pada :
  • minimum jumlah kamar
  • fasilitas dan peralatan yang tersedia
  • mutu pelayanan
  • keamanan

Baca Juga: Pengertian Wisata, Wisatawan, Pariwisata, Kepariwisataan, Obyek dan Daya Tarik Wisata



Jenis-jenis akomodasi yang lainnya adalah :
  •     motel (motor hotel)
  •     inn
  •     guest house
  •     caravan
  •     apartement
  •     villa
  •     youth hostel
  •     holidays
  •     homestay
  •     cottage, dll

Post a Comment

0Comments
Post a Comment (0)
close